KEREKNEWS-Warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengaku resah akibat adanya ribuan bangkai ayam potong yang dibuang sembarangan di kawasan Jembatan Clangap, Desa Setempat. Banyak warga mengaku resah, pasalnya bau bangkai menyengat hingga ke pemukiman warga.
Berdsarakan informasi yang dihimpun, Rabu (2/11) menyebutkan, peristiwa pembuangan bangkai ayam tersebut diketahui oleh warga pada Selasa (1/11) kemarin. Warga menduga ribuan bangkai ayam potong tersebut sengaja dibuang oleh “bos pitik”.
Sukadi (35 tahun) warga Desa Temayang mengungkapkan, ribuan bangkai ayam itu kurang lebih sebanyak 2 truk. Bahkan, warga ada yang mengetahui di lokasi itu pernah ada mobil berhenti dan membuang bangkai ayam potong secara membabi buta.
“Awalnya warga tidak mengira jika yang dibuang itu bangkai ayam. Tetapi, tiba-tiba ada bau menyengat, akhirnya warga menelusuri dan ternyata ditemukan ribuan bangkai ayam di jembatan Clangap,”tutur Sukadi.
Terkait adanya kabar pembuangan ribuan bangkai ayam di Desa Temayang, membuat perangkat desa melakukan klarifikasi kepada Andry, seorang pengusaha ayam potong yang berada di desa tersebut. Setelah diklarifikasi ternyata Andri mengakui bahwa itu adalah perbuatannya.
“Ketika mengganggu keresahan warga terkait bau yg tidak sedap, maka harus di tindak sekaligus ada rasa pertanggungjawaban dari si pembuang sampah.sebagai wujud permintaan pada warga,”beber Ketua BPD Desa Temayang, Supriyadi
Supriyadi berharap, masalah sanksi untuk pelaku nanti akan di tindaklanjuti di internal desa. Pasalnya, hingga kini belum ada penerbitan peraturan tentang pelanggaran sampah sembarangan. “Semoga nanti bisa diselesaikan ditingkat desa saja,”sambungnya.
Sementara itu, Kepala Desa Temayang, Tikno menegaskan, karena warga resah dengan ulah oknum yang tak bertanggung jawab, maka akan ditindaklanjuti oleh aparatur pemerintah desa. Berbicara dampak bukan sekedar bau, tetapi saat hujan deras dikhawatirkan juga akan menjadi penyebab terjadinya banjir karena sungainya penuh dengan sampah. Dan dampak penyakit yang di timbulkannya.
“Daerah itu merupakan wilayah kerja perhutani dan seharusnya perhutani yg mempunyai otoritas melakukan penindakan. Dikarenakan lah wong akan masuk saja ada plang nya, dan mestinya perhutani nanti bergerak ditambah nanti didukung oleh desa sekitar yg terdampak, yaitu desa temayang sehingga klop,”tandas Tikno
Terpisah, Kanit Binmas Polsek Kerek, Aiptu Albertus Kus Harnowo mengatakan, akan menindaklanjuti keresahan warga Desa Temayang. Selanjutnya, akan dibahas lebih lanjut dengan Kapolsek Kerek, AKP Tamami.
“Akan kami laporkan dulu pada bapak kapolsek,”ujarnya.
Sedangkan, UPTD Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Kerek, Bambang menyatakan, akibat pembuangan bangkai ayam sembarangan itu pelaku termasuk melanggar HO atau ijin gangguan. Padahal seharusnya dari bentuk pembuangan itu harus melibatkan UPTD Dinas Pertanian dan Peternakan.
“Sampai saat ini yang bersangkutan juga tidak pernah melibatkan kami dalam penerbitan ijin itu,”tandas Bambang.(Kst)
Wartawan : Astro
usut saja sampai tuntas pelakunya
BalasHapusJgn biarkan orang berduit berbuat semaunya, yg merugikan bnyak orang...
BalasHapus